Thursday, May 4, 2017

Tersipu-sipu

ini cerita asli yaa.. bukan april fools :D

Saat itu aku tak memikirkan apapun selain ingin melakukan hal yang tidak bisa dilakukan saat rutinitas sehari-hari. Selama ini aku senang dan trimo dengan apa yang ada dan yang terjadi, ternyata Pencipta ku memberikan hadiah yang tak terduga.. bisa liburan ke Sumatra Barat – Padang. Aku bersyukur dan senang.. ternyata Sang Pencipta ku memperhatikan ku dan sayang pada ku walalupun aku tak meminta lebih.. atau meminta liburan keluar pulau atau keluar negeri..

Aku tak memikirkan dua kali untuk mengambil suatu gerakan atau tindakan, seakan aku melepaskan gembok jeruji ini agar diriku sebenarnya bisa merasakan liburan dan membuka mata juga hati disana. Aku benar-benar nabil yang sebenarnya disana.. bukan yang harus sembunyi dibalik tembok dan duduk termangu merasa lidah hatiku hambar merasakan apapun.
btw aku terjun dari loncatan yang paling bawah, ga ada foto sama sekali pas di pantai
karena yaitu tadi, pengen enjoy dan faktor lain pas perjalanan kesini rada gerimis
ya.. mikir 2x untuk foto pake kamera yang dapet minjem 

Aku langsung berjalan menuju tebing dan ingin terjun langsung ke laut lepas karena aku tak tau akan merasakan ini kedua kalinya nanti di masa depan. Saat melihat kearah bawah.. ada rasa takut.. dan aku bilang ke diri ku sendiri
“rasa takut ini ada.. wajar.. tapi gak boleh kamu buat-buat dan akhirnya turun dari tangga ini tanpa merasakan bagaimana terjun ke lautan”
Sambil melihat kesekitar, ibu-ibu disampingku sudah terjun duluan
Aku mempersilahkan bapak-bapak yang hendak meloncat
Tinggalah aku sendiri diatas sana. . .
Orang-orang menyemangatiku dari bawah ada beberapa perahu disana seakan memujaku jika ku terjun dari tebing ini
Takut senang dan bingung

Lalu ada 4 pemuda lak-laki yang satu rombongan dengan ku tetapi beda bus, dua laki-laki yang kakak beradik sudah terjun bersama, tinggalah aku dengan 1 pemuda ini. Aku tak memikirkan apapun selain ingin terjun atau tidak.

Tiba-tiba dia memegang pergelangan tangan ku. . .
Ia tak lama melakukannya dan ia langsung lepaskan lagi tetapi pada saat itu aku tak memikirkan hal itu yang aku pikirkan hanya.. apakah aku akan terjun atau tidak
“Hayu, cepet loncat” ucapnya
“Iya bentar..” sambil melihat pemandangan diatas sana.. luas… semua kulihat air biru tua dan dihiasi pulau dan hijaunya pepohonan yang menghiasinya..
Saat itu aku hanya ingin Sang Pencipta ku melindungi ku. Itu saja
-
-
Lalu aku loncat
kira-kira seperti ini, tapi aku loncat biasa. posisi berdiri aja
Seperti tidak sadar sama sekali..
Seketika
Pandangan aku berubah menjadi biru tua
Dan aku merasakan
nyeuri dibagian bujur. . .
Dan
celana dalam ku
sepertinya
 nyelip…

Langsung tubuhku naik ke permukaan air
Ini memunculkan senyuman di wajah ku, lalu dengan sigap bapak-bapak yang berada disitu memberi pelampung agar aku langsung berenang dan naik ke perahu. Setelah itu… aku menemukan pesan moral yang langsung terjadi begitu cepat ini
Over come fears, face it, and you know the answer. Let God help and protect you with His way
Dan ini bener, aku selalu takut menghadapi apapun terlalu banyak mempredikisi ini itu, terlalu membaca pertanda yang sebenarnnya akupun gak tau akan terjadi atau enggak. Semua ini seperti cara Sang Pencipta berkomunikasi dengan ku yang selalu menganggap diri ini hilang arah dan tak berkawan… aku merasa bercermin dan menyelam jauh kedalam diriku yang jarang menerima biasan cahaya matahari.

Saat hari terakhir sampai perjalanan pulang kembali ke Bandung, pikiran ini mengulang bagaimana ia melihat ku dari jarak dekat dan memegang pergelangan tangan ku. Aku tak tau ia sengaja atau tidak, hati ini hanya merasa tersipu-sipu karena hal yang sangat kecil ini tetapi aku tidak memperbolehkan perasaan ini naik kearah yang lebih mendebar-debarkan jantung dan sampai menyukai lelaki itu, aku pun tak tau berapa umurnya kemungkinan ia lebih muda dari ku atau memang seumuran.

Pada saat itu yang aku inginkan menikmati apa yang Sang Pencipta buatkan untuk umatnya dan aku berusaha agar tidak terbawa arus perasaan yang labil ini. Aku tak suka dengan perasaan yang sementara lalu hilang karena aku tak mau sesuatu yang sementara ini malah menjadi luka yang berkepanjangan.

Sebenarnya itu mudah, hanya diriku saja yang melebih-lebihkannya. Dan ada lelaki juga yang aku terus bertanya-tanya kenapa ia pendiam, aku merasa ia lebih tua dari ku, atau seumuran? Rasa segan terhadapnya ada, itulah mengapa aku tak pernah mengobrol dengannya selama 3 hari walau satu bus dengan ku hanya saling senyum.

Pikiran ku sudah tertutup, rasa hambar datang ketika aku tak bersama orang-orang yang senang akan leluconku, hati menginginkan menjadi yang paling terbaik tetapi raga enggan bertindak.. setelah apa yang terjadi pada pengalaman terkurung dalam penjara dan siksaan saat aku kuliah dulu.
Aku tak pernah ambil pusing jika orang membuat lelucon tentang diriku, aku bukan aku waktu SMA yang selalu membenci diri dan merasa semua membenci. Aku senang jika diriku bisa menjadi sinar kecil yang menyinari hari seseorang mau pun itu teman atau saudara atau orang yang tak pernah kenal sekalipun, karena aku menerima diri, bersyukur dan karena aku bagian dari karya seni Sang Pencipta.

Ini pesan diriku untuk diriku..
“Hati boleh tersipu-sipu tapi jangan biarkan itu terbang, lupa caranya turun ke daratan dan menjatuhkan mu tiba-tiba, tetap kontrol emosi. Santai dan nikmati rasa senang, sedih, marah, bahagia, kecewa karena itu semua hiasan atau variasi cerita hidup, harus  bisa membiasakan diri untuk mudah meredam rasa kesal, sedih atau kecewa. Rasa hambar pada hati ini akan cerita hidupku lumayan berkurang, sedikit.. masih banyak pintu yang harus ku buka dengan tangan, mata, pikiran dan jiwa ku sendiri”


Seumur hidup baru dia satu-satunya yang megang tangan aku
-
-
seakan . .
telah terbiasa menghadapi perasaan sementara yang aku pun sudah tau akan segera hilang
telah terbiasa tidak menggantungkan harapan pada hal tersebut
dan aku akan selalu meminta
semoga perasaan ini menguap dan menjadi awan kelabu menurunkan hujan dan mendinginkan hati ini kembali.

dan aku bisa.


nb : postingan tentang liburan ke Padang lagi proses yaa :) tunggu aja apdetannya :)) 

Hanya amatiran

Judul : Gading Emas Ket : Karya ini menyimbolkan gading berwarna emas berharga yang dibalut oleh uang dan percikan darah Terinspirasi da...